Minggu, 19 Februari 2017

Penyebab Ayah Saya Terkena Kanker Paru-paru Standium Lanjut

Memang tidak diketahui pasti penyebab kanker paru-paru yang diderita oleh ayah saya. Namun jika melihat gaya hidupnya memang tak bisa dipungkiri lagi ayah saya seorang per0k0k yang sangat aktif sehingga kemungkinan besar terkena Kanker paru sangat besar. Mungkin hal ini akan dibantah oleh para per0k0k lainnya. Katanya, Banyak kok yang nger0k0k sampe beberapa bungkus setiap hari tapi tetap sehat sampai sekarang, bahkan katanya banyak per0k0k yang meninggal tapi bukan sakit karena ada masalah dengan paru-parunya.

Itu sih terserah mereka, yang pasti kalau anda tiba-tiba terkena kanker paru-paru saat ini anda akan menyesal seumur hidup karena telah menjalani kehidupan yang tidak sehat, kehidupan yang penuh dengan asap r0k0k. Masih ingat dibenak saya ketika habis pulang dari RS, ayah saya tiba-tiba bilang.
"Kalau tau akan seperti ini, Bapak gak akan pernah menyentuh yang namanya r0k0k".
Sambil tangannya menahan rasa sakit yang amat sangat didada kanannya, sambil meneteskan air mata. Tampak ayah saya begitu kepayahan saat hendak bergerak, berbicara bahkan saat bernafas sekalipun.
Penyebab Ayah Saya Terkena Kanker Paru-paru Standium Lanjut
Baca: Ayahku Terkena Kanker Paru-paru, Kini Hanya Bisa Terbaring
Padahal penyakit kanker paru itu sulit dideteksi kalau tidak dilakuakn dengan pemeriksaan alat canggih seperti CT Scan. Ayah saya sebelumnya sehat walafiat tanpa merasakan sakit apapun, mungkin sebelumnya sudah merasakan sedikit saja rasa sakit pada dadanya, hanya sedikit sehingga hal itu tidaklah menjadi perhatian yang serius. Bahkan ayah saya tidak ada gejala tanda-tanda akan sakit Kanker ganas karena tidak ada batuk-batuk menahun.

Hingga akhirnya hanya dalam waktu dua hari ayah saya langsung tumbang menahan rasa sakit yang makin hari makin kuat. Pemeriksaan CT Scan setelah bulan ke 5 akhirnya diketahui bahwa ayah saya terkena penyakit kanker paru berjenis ganas dan sudah stadium 3A atau stadium lanjut.
DAN TAHUKAH ANDA, PENDERITA KANKER PARU-PARU ATAU KANKER APAPUN RATA-RATA MENGETAHUINYA PADA SAAT SUDAH STADIUM LANJUT, MINIMAL STADIUM 3. DAN ITUPUN SUDAH TIDAK BISA DIOBATI, TIDAK BISA DILAKUKAN OPERASI KARENA SEL KANKER SUDAH MENYEBAR KE-ORGAN LAINNYA DAN TULANG.
DAN TAHUKAH ANDA, BERAPA BIAYA CT-SCAN?? PALING MURAH Rp.3 JUTA UNTUK SAAT INI KARENA SEMAKIN CANGGIHNYA ALAT TERSEBUT.
Itulah sebabnya penderita Kanker awalnya tidak menyadari kalau dirinya mengidap kanker sehingga tidak mendapat penanganan dini atau pengobata seak dari awal.

Kembali kepenyebab ayah saya terkena kanker paru-paru standium lanjut, ini hanya perkiraan saya, karena dokterpun tidak menjelaskannya secara rinci. yang pasti ayah saya adalah per0k0k aktif yang sehari-hari menghabiskan minimal 2 bungkus r0k0k, mungkin untuk sebagian orang dua bungkus masih kurang, tapi inilah kenyataannya.

Bukan hanya itu, pola hidup ayah saya tidak begitu teratur, pagi hari tidak pernah sarapan dan langsung mer0k0k dengan meminum segelas kopi hitam yang dicampur susu. Setelah itu sebelum pergi ngajar ke sekolah, ayah saya suka nganter ibu belanja dengan jarak yang cukup jauh dengan mengendarai sepeda motor, kondisi udara pagi yang sangat dingin banget mungkin mempengaruhi kesehatan paru-paru ayah saya. Ayah saya makan pagi tidak pada waktunya, rata-rata setelah Dzuhur (makan siang).

Memang rata-rata per0k0k itu cukup dikombinasikan dengan kopi susu rasanya sudah kenyang dan males makan. Siangnya pergi mancing dan menghabiskan beberapa r0k0k dengan kopi juga.

Saya pikir kondisi kehidupan ayah saya yang seperti ini setiap hari jelas akan mempengaruhi kondisi kesehatan paru-parunya. Kata dokter tidak mungkin ayah saya terkena kanker paru dari semenjak dada kanannya terasa sangat sakit banget karena itu sudah stadium 3A, pastinya kanker itu sudah tumbuh sejak lama.

Kini ayah saya semakin lemah, makan sudah susah karena setiap kali nelen dan menghela nafas dada kanannya yang tengah sakit akan semakin sakit. Hingga saya yang melihatpun tak kuasa menahan air mata melihat kondisi ayah saya. Beliaupun sering berlinang air mata. Kini hanya penyesalan. Artikel ini saya sebarkan demi memberikan infromasi berharga akan pentingnya menjaga kesehatan, hindari Rokok, jangan mer0k0k, sayangi paru-parumu, sayangi keluargamu.

Saya gak tau sampai kapan ayah saya akan bertahan mengingat saat ini makin lemah, namun kami sekeluarga tidaklah diam, kami selalu berusaha dan berdoa mengobati ayah saya dengan apapun yang sekiranya baik untuk membasmi sel kanker, karena secara medis ayah saya sudah tidak bisa diobati dan ditolong. Namun kami tetap akan berusaha sampai kapanpun dengan ramuan-ramuan yang didapat dari banyak sumber. Kami pasrahkan kepada Allah SWT atas semua keputusannya.

Sabtu, 18 Februari 2017

Ayahku Terkena Kanker Paru-paru, Kini Hanya Bisa Terbaring

Kisah Penderita Kanker Paru-paru. Salam sahabat, blog ini aku persembahkan bagi sobat sekalian yang kebetulan saat ini mungkin mengalami hal yang sama seperti yang kami rasakan. Ayah saya terkena kanker paru-paru stadium lanjut, pada saat pemerikaan pertama sudah masuk pada fase stadium 3A dengan jenis kanker ganas. Mungkin saat ini sudah masuk fase stadium 4 atau stadium yang secara medis sudah tak bisa lagi disembuhkan.

Mungkin sobat atau keluarga sobat atau bisa jadi kerabat dan teman sobat tengah mengalami kondisi yang memilukan ini. Nah, melalui blog ini, saya akan coba membagikan informasi apa saja mengenai kanker paru-paru terutama usaha penyembuhan dengan pengobatan apa saja baik secara medis atau non medis, juga informasi berharga dari beberapa teman dan tetangga yang mengalami hal yang sama.
Ayahku Terkena Kanker Paru-paru, Kini Hanya Bisa Terbaring
Jangan menyerah dengan setiap usaha yang kita lakukan untuk kesembuhan kita atau sidara kita yang terkena Kanker. Karena pada dasarnya semua penyakit itu ada obatnya dan bisa di Sembuhkan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW, Penyakit yang tidak ada obatnya hanyalah penyakit "TUA" yang pastinya setiap orang akan mengalaminya.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, maka ia akan sembuh dengan izin Allah". (HR Muslim).

Kanker Paru-paru yang Lambat Terdeteksi

Sore itu Ayahku tiba-tiba mengalami sakit pada bagian dada kanannya. Hari pertama terasa sakit namun tak begitu kuat dan masih bisa ditahan, namun pada hari berikutnya rasa sakit itu kian kuat , bahkan ayahku tak bisa tidur sedikitpun karena menahan rasa sakit yang amat sangat.  Hari demi hari dan minggu demi minggu rasa sakit itu masih terasa dan sangat kuat. Kami pergi ke dokter umum untuk memeriksakan kondisinya, namun sayangnya sang dokter mengatakan itu karena otot yang kram, akhirnya dikasih obat otot baik yang diminum maupun di oleskan.

Namun bukannya sembuh, sampai obat itu habis rasa sakit itu masih tetap saja ada dan tak berkurang. Akhirnya kami mencoba melakukan rontgen pada bagian dada, hasilnya dadanya tak ada masalah, kondisi paru-paru cukup baik tidak ada penyakit paru-paru.

Sungguh aneh, mungkin Ayah saya kena guna-guna, orang pintarpun didatangkan, rata-rata mereka mengatakan ayah saya ada yang jahilin. Obat gaib pun dikasihkan ke kami, namun bukan kesembuhan yang didapatkan Ayah saya, malah kondisinya makin drop karena asupan makanan makin sulit sementara sakitnya masih saja terasa kuat.
Semua penyakit ada obatnya
Selang 4 bulan karena sudah tak kuat lagi dan tidak pernah bisa tidur, ayah saya kami bawa ke Rumah Sakit besar Swasta di Cimahi, disana dicek kondisinya oleh dokter spesialis. Namun herannya, mereka mengatakan tak ada masalah dengan kondisi ayah saya, paru-parunya cukup baik, jantungnya juga baik, tekanan darah juga baik. Tapi tidak yang dialami ayah saya dengan menahan rasa sakitnya. Beruntung karena di RS dikasih obat tenang dan bius sehingga Ayah saya bisa tidur walau sebentar. Kamipun disuruh pulang karena secara medis kondisi daleman ayan saya cukup baik.

Sesampainya dirumah, tidak ada yang berubah dengan kondisi ayah saya, masih tetap kesaktan apalagi saat obat anti nyerinya sudah habis.

Salah seorang saudara kami menyarankan untuk membawanya ke RS Internasional di Bandung karena alatnya cukup canggih, sekalian saja general Check Up. Alhamdulillah, setelah melakukan proses pemeriksaan medis, Akhirnya diketahui ada yang salah dibagian dada kanan ayah saya, yakni ada tumor. Namun hal itu perlu pemeriksaan lebih lanjut lagi.

Kami lakukan CT Scan setelah sebelumnya dilakukan operasi kecil mengambil sample tumor yang ada di paru-parunya. Hasilnya cukup mencenangkan. Dibagian dada kanan ayah terdapat Tumor atau Kanker Ganas yang sangat berbahaya. Bahkan bukan hanya itu, kanker yang ada di paru-paru ayah saya sudah Stadium 3A dengan jenis Kanker paru-paru yang ganas.

Ayah saya sudah tidak bisa di oprasi karena dokter tak mau mengambil resiko, dokterpun mengatakan tak ada obat untuk mengobati Kanker yang sudah stadium lanjut. RS Internasional tersebut hanya bisa memberikan obat penahan rasa nyeri saja sementara obat untuk membasmi sel Kanker memang tidak ada, didunia juga kabarnya tidak ada sehingga tak bisa disembuhkan. Dokter hanya menyarankan langkah terakhir yakni Kemoterapi dengan segala resikonya.

Dengan hati sedih akhirnya kami putuskan untuk pulang ke rumah. Ayah saya menolak Kemoterapi karena harus menunggu giliran yang pastinya lama, di Indonesia sendiri RS dengan Kemoterapi hanya ada di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Kami bertekad akan berusaha mengobati penyakit Kanker yang diderita ayah saya dengan berbagai obat yang kami temui, mau tak mau kami memilih alternatif pengobatan tradisional dengan dedaunan dan rempah-rembah lainnya. Kami hanya bisa berusaha, soal Kesembuhan Hanya ALLAH SWT yang Kuasa.