Sabtu, 18 Februari 2017

Ayahku Terkena Kanker Paru-paru, Kini Hanya Bisa Terbaring

Kisah Penderita Kanker Paru-paru. Salam sahabat, blog ini aku persembahkan bagi sobat sekalian yang kebetulan saat ini mungkin mengalami hal yang sama seperti yang kami rasakan. Ayah saya terkena kanker paru-paru stadium lanjut, pada saat pemerikaan pertama sudah masuk pada fase stadium 3A dengan jenis kanker ganas. Mungkin saat ini sudah masuk fase stadium 4 atau stadium yang secara medis sudah tak bisa lagi disembuhkan.

Mungkin sobat atau keluarga sobat atau bisa jadi kerabat dan teman sobat tengah mengalami kondisi yang memilukan ini. Nah, melalui blog ini, saya akan coba membagikan informasi apa saja mengenai kanker paru-paru terutama usaha penyembuhan dengan pengobatan apa saja baik secara medis atau non medis, juga informasi berharga dari beberapa teman dan tetangga yang mengalami hal yang sama.
Ayahku Terkena Kanker Paru-paru, Kini Hanya Bisa Terbaring
Jangan menyerah dengan setiap usaha yang kita lakukan untuk kesembuhan kita atau sidara kita yang terkena Kanker. Karena pada dasarnya semua penyakit itu ada obatnya dan bisa di Sembuhkan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW, Penyakit yang tidak ada obatnya hanyalah penyakit "TUA" yang pastinya setiap orang akan mengalaminya.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, maka ia akan sembuh dengan izin Allah". (HR Muslim).

Kanker Paru-paru yang Lambat Terdeteksi

Sore itu Ayahku tiba-tiba mengalami sakit pada bagian dada kanannya. Hari pertama terasa sakit namun tak begitu kuat dan masih bisa ditahan, namun pada hari berikutnya rasa sakit itu kian kuat , bahkan ayahku tak bisa tidur sedikitpun karena menahan rasa sakit yang amat sangat.  Hari demi hari dan minggu demi minggu rasa sakit itu masih terasa dan sangat kuat. Kami pergi ke dokter umum untuk memeriksakan kondisinya, namun sayangnya sang dokter mengatakan itu karena otot yang kram, akhirnya dikasih obat otot baik yang diminum maupun di oleskan.

Namun bukannya sembuh, sampai obat itu habis rasa sakit itu masih tetap saja ada dan tak berkurang. Akhirnya kami mencoba melakukan rontgen pada bagian dada, hasilnya dadanya tak ada masalah, kondisi paru-paru cukup baik tidak ada penyakit paru-paru.

Sungguh aneh, mungkin Ayah saya kena guna-guna, orang pintarpun didatangkan, rata-rata mereka mengatakan ayah saya ada yang jahilin. Obat gaib pun dikasihkan ke kami, namun bukan kesembuhan yang didapatkan Ayah saya, malah kondisinya makin drop karena asupan makanan makin sulit sementara sakitnya masih saja terasa kuat.
Semua penyakit ada obatnya
Selang 4 bulan karena sudah tak kuat lagi dan tidak pernah bisa tidur, ayah saya kami bawa ke Rumah Sakit besar Swasta di Cimahi, disana dicek kondisinya oleh dokter spesialis. Namun herannya, mereka mengatakan tak ada masalah dengan kondisi ayah saya, paru-parunya cukup baik, jantungnya juga baik, tekanan darah juga baik. Tapi tidak yang dialami ayah saya dengan menahan rasa sakitnya. Beruntung karena di RS dikasih obat tenang dan bius sehingga Ayah saya bisa tidur walau sebentar. Kamipun disuruh pulang karena secara medis kondisi daleman ayan saya cukup baik.

Sesampainya dirumah, tidak ada yang berubah dengan kondisi ayah saya, masih tetap kesaktan apalagi saat obat anti nyerinya sudah habis.

Salah seorang saudara kami menyarankan untuk membawanya ke RS Internasional di Bandung karena alatnya cukup canggih, sekalian saja general Check Up. Alhamdulillah, setelah melakukan proses pemeriksaan medis, Akhirnya diketahui ada yang salah dibagian dada kanan ayah saya, yakni ada tumor. Namun hal itu perlu pemeriksaan lebih lanjut lagi.

Kami lakukan CT Scan setelah sebelumnya dilakukan operasi kecil mengambil sample tumor yang ada di paru-parunya. Hasilnya cukup mencenangkan. Dibagian dada kanan ayah terdapat Tumor atau Kanker Ganas yang sangat berbahaya. Bahkan bukan hanya itu, kanker yang ada di paru-paru ayah saya sudah Stadium 3A dengan jenis Kanker paru-paru yang ganas.

Ayah saya sudah tidak bisa di oprasi karena dokter tak mau mengambil resiko, dokterpun mengatakan tak ada obat untuk mengobati Kanker yang sudah stadium lanjut. RS Internasional tersebut hanya bisa memberikan obat penahan rasa nyeri saja sementara obat untuk membasmi sel Kanker memang tidak ada, didunia juga kabarnya tidak ada sehingga tak bisa disembuhkan. Dokter hanya menyarankan langkah terakhir yakni Kemoterapi dengan segala resikonya.

Dengan hati sedih akhirnya kami putuskan untuk pulang ke rumah. Ayah saya menolak Kemoterapi karena harus menunggu giliran yang pastinya lama, di Indonesia sendiri RS dengan Kemoterapi hanya ada di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Kami bertekad akan berusaha mengobati penyakit Kanker yang diderita ayah saya dengan berbagai obat yang kami temui, mau tak mau kami memilih alternatif pengobatan tradisional dengan dedaunan dan rempah-rembah lainnya. Kami hanya bisa berusaha, soal Kesembuhan Hanya ALLAH SWT yang Kuasa.

Artikel Terkait

Ayahku Terkena Kanker Paru-paru, Kini Hanya Bisa Terbaring
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 komentar

13 Juni 2018 pukul 11.51 delete

Sedih ya kak, ayah saya juga terkena kanker paru stadium lanjut. Ditambah lagi saya keluarga yg kurang mampu, apalagi ayah kami satu satunya tulang punggung dalam keluarga, saya bingung dan sedih

Reply
avatar
21 Desember 2018 pukul 09.02 delete

dan barusan jum'at lalu mertua saya meninggal dunia karna kanker paru..
dan tanda2nya itu sama persis dgn yg diceritakan diatas.. awalnya rontgen tapi kata dokter tidak ada penyakitnya..setelah di CT Scan baru ketahuan kalo ada kanker dan sudah stadium 4 ... paru2 yg sebelah kiri pun sudah tidak berfungsi lagi 😢😢

Reply
avatar